Tuntunan Ibdah Di Bulan Muharram

Yuk, mari kita mengetahui masalah tuntunan ibadah di bulan muharram oleh ust H abdul Somad Lc MA

Kontes SEO Century21 Broker Properti jual beli rumah indonesia

Di sini sebuah informasi yang sangat berguna bagi anda yang hendak mencari sebuah rumah dan bagi anda yang membutuhkan lowongan kerja

Pengenalan dan Merancang Strategi Sistem E-Bussines

Nah, bagi yang sering dengar kata-kata E-Bussines. Namun, belum tahu apa itu e-bussines atau baru tahu. check jha di sini

Buat kamu-kamu yang nyari informasi kode pos di daerah mu, di sini tempatnya.

5 Sayuran Sederhana yang Kaya Khasiat

Mau tahu beberapa sayuran yang mengandung banyak manfaat bagi tubuh dan sayuran itu ada di sekitar kita. Check jha.

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Mei 2012

3 Langkah Praktis Untuk Tetap Optimis

Kehidupan selalu diwarnai dengan rintangan. Terkadang rintangan yang datang bertubi-tubi membuat kita gelisah, risau bahkan merasa gagal.  Seorang muslim tidak selayaknya ‘menyerah’ dalam menjalani ujian kehidupan ini. Putus asa adalah hal yang terlarang dalam syariat kita, sebagaimana firman Allah SWT :  Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir” (QS Yusuf 87)

Untuk itulah seorang muslim harus mampu memotivasi dirinya, memasukkan jiwa optimis dalam relung dadanya, agar mampu meniti hari-harinya yang berat dengan sikap yang mulia. Setidaknya ada tiga hal yang bisa menjaga dan menguatkan sikap optimis dalam diri seorang muslim.



Pertama :  Meyakini Janji Allah

Firman Allah SWT dalam Al-Quran dipenuhi dengan ayat-ayat targhib yang penuh motivasi bagi seorang muslim. Diantaranya adalah bahwa Allah SWT tidak memberikan ujian apapun kecuali sesuai dengan kemampuan kita. Dalam surat Taghobun kita juga diingatkan bahwa dengan ketakwaan seluruh urusan kaum muslimin akan menjadi mudah, dan bahkan mendapatkan rejeki dari arah yang tak diduga. Diluar itu semua jika kita mencermati, bekal terbesar bagi seorang muslim untuk optimis adalah dengan keimanannya.


Keimanannya itulah yang membuat semua hal menjadi baik baginya. Rasulullah SAW bersabda : “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukin, semua urusan baik baginya dan kebaikan ini tidak dimiliki oleh selain seorang mukmin. Apabila mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah yang terbaik untuknya. Dan apabila mendapat musibah ia bersabar dan itulah yang terbaik untuknya.” {HR. Imam Muslim]



Kedua : Terus Berdoa


Optimisme dipupuk dengan terus bedoa dan merasakan kedekatan kepada Allah SWT. Apa yang kita saksiksan hari ini dari kekayaan dan kemakmuran jazirah Arab, adalah perwujudan dari doa penuh optimisme dan keyakinan yang terlantunkan dari lisan nabi Ibrahim alaihissalam.  Doa tersebut diabadikan dalam Al-Quran sebagai pelajaran optimisme pada kita.  “Dan ingatlah tatkala Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku jadikanlah negeri ini negeri yang aman, dan berilah rezeki kepada penduduknya berupa buah-buahan yang banyak..”(QS Al Baqarah: 126). Dengan berdoa kita merasa dekat dan membutuhkan Allah SWT, maka optimisme kita menjadi lebih bersih dan terjaga dari keangkuhan diri pribadi.


Ketiga : Melangkah Dengan Cermat


Optimis bukan berarti angan-angan kita melayang di langit sana tanpa amal nyata. Namun optimisme justru menguat setelah kita melangkah dengan mantap dan teguh untuk mengubah kondisi yang kita alami. Bukankah Allah SWT telah mengingatkan : “Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (Surat Ar-Ro’du 11).  Maka tidak layak berdiam diri atas nama kesabaran, namun kita semua berupaya berbuat dengan lebih baik dan lebih cermat dari sebelumnya, karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Semoga kita mampu mewarnai hari-hari kita dengan penuh optimis, menyambut setiap tantangan sebagai peluang syukur dan kesabaran, sebagaimana digambarkan dalam sabda Rasulullah SAW : "Barangsiapa di antara kalian yang memasuki waktu pagi hari dalam keadaan aman pada dirinya, sehat jasmaninya dan dia memiliki makanan pada hari itu, maka seolah oleh dia diberi dunia dengan berbagai kenikmatannya” (Bukhori dalam Adabul Mufrod). Salam optimis !


*artikel dimuat di Rubrik Tausiyah Suara Merdeka Suara Solo Jumat 23 September 2011
semoga bermanfaat dan salam optimis

Rabu, 07 Maret 2012

Masalah Itu Manis

Ilustrasi (inet)

“Jangan katakan kepada Allah kalau kita punya masalah, tapi katakan kepada masalah kalau kita punya Allah”
Kutipan di atas saya copas dari status Facebook salah satu teman saya. Setelah membaca status itu saya langsung me-like-Nya padahal baru beberapa detik muncul di laman Facebook. Karena menurut saya kata-kata di atas sangat luar biasa. Iya, di tengah banyak dinding-dinding Facebook digunakan sebagai luapan keluh kesah, kekesalan, dsb. Yang seolah-olah menunjukkan ketidakikhlasan kita dalam menerima segala takdir ketentuan Allah Swt, teman saya ini meng-update status dengan nilai optimis.

Status teman saya di atas sangat luar biasa menurut saya, dan status seperti itulah yang semestinya kita publish ke depan facebooker mania. Karena dengan membaca status yang luar biasa itu, teman kita yang membacanya mungkin akan tercerahkan walau boleh jadi sebelum membaca status kita itu dia sedang kegundahan. Kemudian biasanya status yang luar biasa di laman Facebook akan memunculkan komen-komen luar biasa lainya. Kalau begitu bukankah pahala akan mengalir kepada si peng-update status itu? Karena dia telah mencerahkan yang sedang gundah,memberi solusi yang sedang dirundung masalah.Jika ini yang terjadi, maka satu sisi fositif laman “muka buku” ini telah dirasakan, dan kita telah menanam satu kebajikan.

Jika sebalik-Nya yang kita lakukan, yakni meng-update status-status yang berisi keluhan, emosi, cacian dan lain sebagainya. Apakah itu tidak menimbulkan satu dosa bagi kita sendiri. Karena kita sangat dilarang berkeluh kesah akan masalah atau takdir yang kita jalani. Kemudian jika ada teman yang memberikan jempol manis-nya akan status yang berisi keluh kesah itu, apakah dia tidak dikatakan melakukan sebuah keburukan karena seolah teman kita itu merasa setuju dengan apa yang kita update(keluh kesah kita).Jika itu yang terjadi berarti kita telah menanam satu keburukan bagi diri sendiri bahkan orang lain.

Jujur saya sangat tidak suka ketika membaca status-status teman saya yang berisi keluh kesah, sumpah serapah, atau cacian atas apa yang sedang mereka rasakan saat meng-update status-status mereka tersebut. Apalagi kalau saya tau mereka adalah teman-teman saya yang sama-sama telah mengenyam pendidikan pesantren yang diajarkan bagaimana sebenarnya kita dalam menghadapi sebuah masalah. Yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah serta introspeksi diri. Mungkin jadi masalah itu datang sebagai teguran darinya atas apa yang telah kita lakukan sebelum-Nya atau masalah itu datang sebagai ujian untuk men-tes keimanan kita.

Ketika kita ditimpa sebuah permasalahan, berarti Allah mau kita lebih dewasa dalam menghadapi hidup ini. Ketika kita ditimpa musibah, berarti Allah ingin agar kita mendekat kepadanya. Ketika kita ditimpa kesusahan, berarti Allah telah menyediakan untuk kita kemudahan. Karena sesungguhnya dibalik permasalahan ada proses pendewasaan, dibalik musibah ada hikmah, dibalik kesusahan ada kemudahan.

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”(QS. al-Insyiroh: 5-6)

Ketika permasalahan datang menghampiri, jangan mengeluh di hadapan sang pencipta, jangan memberontak akan keputusannya apalagi mengatakan bahwa Allah tidak adil. Namun, mintalah agar kita diberi kesabaran serta ketegaran dalam menghadapinya, diberikan solusi yang terbaik bagi kita, dan selalu mengharap dia memberikan ganjaran pahala untuk kita.

Tanpa malam purnama takkan indah. Tanpa lapar nikmat makanan takkan terasa. Tanpa dahaga sejuknya dingin air takkan memberi banyak makna. Begitu juga kemenangan atau kemudahan takkan banyak memberi arti tanpa didahului rintangan masalah kesusahan. Setelah mendung terbitlah cerah.

Tak ada hidup tanpa masalah, karena masalah adalah sunnah-Nya. Yang kita perlukan hanya kebijakan dalam menyikapinya. Jika ketegaran yang kita bina, nikmat masalah akan terasa. Jika keluhan yang kita bina sengsara masalah akan selalu bertambah.

Masalah datang untuk kita hadapi, bukan untuk dicaci atau dimaki. Masalah adalah mediator dalam proses pendewasaan. Tanpa masalah kita takkan pernah dewasa. Tanpa masalah kita takkan menjadi orang yang luar biasa.”Jalan yang lurus dan mulus takkan pernah menghasilkan pengemudi yang hebat. Laut yang tenang takkan pernah menghasilkan pelaut yang tangguh. Langit yang cerah takkan pernah menghasilkan pilot yang handal.”

Di saat kita mencari solusi dalam suatu masalah, di saat itulah sebuah proses pendewasaan hidup akan dimulai. maka, berbahagialah mereka yang memiliki masalah dan mampu mengatasi masalah tersebut dengan brilian, yaitu dengan tetap selalu bersandar akan keputusan sang eksekutor yang maha adil setelah tawakal dilakukan. Mari bersama taklukkan masalah…!

Oleh: Herdiansyah
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/03/19201/masalah-itu-manis/#ixzz1oUBHA5qt

Join Seperti Mereka

radio streaming shoutcast murah indonesia, jasa pembuatan radio streaming, cara membuat radio streaming
// -->
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More