Sabtu, 07 Januari 2012

MENIKAH SAAT KULIAH! SUNGGUH MENENTRAMKAN JIWA :)

Ini di dapat dari seorang teman saya diki gunawan putera yang meletekkanya di suatu grup facebook.Semoga menjadi motivasi dan ada hikmah bagi teman-teman yang baca tentunya.

*******************

Meskipun tidak sedikit diantara sahabat-sahabat saya yang berani memutuskan untuk menikah muda, menikah saat duduk di bangku kuliah. Namun tidak sedikit pula yang takut untuk mengambil keputusan ini. Sebagian besar dari mereka masih menyimpan seribu alasan untuk perkara ini. Mereka masih merasa takut seandainya saat menikah kelak, kebutuhannya tak mampu dipenuhi. Masih khawatir kuliahnya akan keteteran, takut orang tua tidak memberi SIM. Takut tidak bisa membagi waktunya, tidak bisa membagi perhatian, takut menjadi penganguran, merasa belum cukup ilmu lah. dan lain-lain. Sesungguhnya ujian-ujian ini akan membuat jalan perjuangan kalian terasa lebih indah bukan? Berjuanglah...wahai sahabat.pasangan-hidup

Tetapi tidak jarang pula, kekhawatiran itu dimunculkan dari pihak orang tua. Mereka ikut memberikan "dalil" dalam kekhawatiran ini. Orang tua terlalu khawatir, setelah menikah kelak anaknya akan lalai terhadap tanggung jawabnya. Khawatir sang anak tidak mampu menyelesaikan kuliahnya, sehingga sandang Sarjana Teknik hilang begitu saja.

Upss.....khawatir masa depan anaknya akan berantakan, dan seterusnya.

Tapi wajar bukan?

Itulah sisi lain dari kasih sayang orang tua terhadap buah hatinya yang beranjak dewasa. Sebenarnya, banyak sahabat-sahabat saya yang mampu membuktikan tetap eksis walaupun menikah saat masih kuliah. Mampu mencukupi kebutuhannya, silaturahim pun tetap terjaga. Bahkan sahabat saya mampu menghadiahkan insan mungil nan lucu pada kedua orang tua serta mertuanya, padahal beliau masih kuliah.

Insya Allah, mereka itulah yang bisa membagi waktu dengan baik. Membagi waktu antara kuliah, keluarga barunya, serta keluarga besarnya. Mereka mampu menyeimbangkan kewajiban-kewajibannya. Jika ada hambatan dalam menyelesaikan kuliah, maka hal ini perlu ditelisik akar permasalahnya. Mungkin saja hal itu terjadi karena kekurang siapan salah satu pihak atau keduanya dalam menyelami bahtera rumah tangga. Tidak dapat dipungkiri memang, setelah menikah masalah yang dihadapi sepasang insan ini akan lebih kompleks, bila dibandingkan saat belum menikah. Lebih-lebih dalam urusan finansial rumah tangga. Apalagi setelah ada buah hati ditengah-tengah mereka.

Namun sekali lagi, bukan berarti keputusan untuk menikah saat kuliah itu mutlak salah. Apalagi jika hal itu didasari niat untuk menjaga kehormatan diri dan menyempurnakan separuh agama. Adapun suatu pernikahan dan perkuliahan agar berjalan seiring, maka harus ada kesiapan mental dan ilmu dari kedua belah pihak. Meskipun masih kuliah, pihak lelaki pun tidak boleh melupakan kewajibannya untuk memberi nafkah keluarganya. Seorang suami harus jeli melihat peluang-peluang usaha produktif. Dari bekal ilmu perkuliahan, insya Allah lebih dari cukup untuk meraup sedikit rizkiNya. Misalnya dengan menulis buku, membuka bimbingan belajar, jasa printing spanduk, reparasi barang elektronik, montir, counter pulsa, jaga warnet, dan seterusnya.

Sungguh perkara-perkara ini lebih baik daripada tergoda untuk melakukan zina. Orang tua pun, kadang baru mau menikahkan anaknya, setelah putri semata wayangnya hamil di luar nikah. -Semoga hal ini tidak terjadi pada saudara serta saudari kita-. Bukankah lebih baik, bila godaan syahwat sudah begitu hebat, seorang mahasiswa serta mahasiswi
segera menikah?

Tidak perlu menunggu hingga selesai kuliah, kadang kala dalam masa menunggu itu, banyak sekali godaan membentang di depan mata kita. Bila tak kuat menahan, terjerumuslah dirinya dalam zina.

"Wahai pemuda, barang siapa yang telah mampu, hendaknya menikah, sebab menikah itu akan menundukkan pandangan dan akan lebih menjaga kemaluan. Kalau belum mampu, hendaknya berpuasa, sebab puasa akan menjadi perisai bagimu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Jangan takut wahai pemuda. Allah 'azza wa jalla telah menjanjikan dalam firmanNya. Artinya: ............Jika mereka miskin Allah akan mampukan mereka dengan KaruniaNya. Dan Allah maha luas (pemberianNya) lagi Maha Mengetahui." (alQur'an an-Nuur:32)

Lalu, bagaimanakah dengan kalian wahai sahabat? Menikah? Atau ber-Puasa?

wkwkwkw

4 komentar:

Sy ibu RT umur 25 th,udah 8 th lulus dr SMK, dan posisi sy sekarang udah nikah dan udah punya anak 2... Sy Pingn ngelanjutin kuliah lg. Msh pantaskah apabila cari kerja sth lulus kuliah dan umur sy sudah 30 th. Minta saran dooong....

Buat mbak anis,
pada dasarnya menuntut ilmu adalah perintah Allah SWT. Ya silahkan mbak, kalau mampu. Saran saya, tanya suami mbak deh.
terus saran saya yang kuliah ekstensi, biar senin - jumat bisa ngurus rumah, suami dan anak2 mbak. sabtu minggu kuliah.

gtulah saran saya mbak.

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Di sini!

Join Seperti Mereka

radio streaming shoutcast murah indonesia, jasa pembuatan radio streaming, cara membuat radio streaming
// -->
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More